
Sudah sebulanan ini aku & seorang teman berkongsi u/ berjualan jilbab. Bosen juga ya selama ini jadi konsumen terus, ikutan jualan tapi produk orang yg dijual. Setelah ngobrol kesana kemari, akhirnya kami berdua memutuskan u/ patungan berdua dan mulailah pencarian bahan u/ di produksi menjadi jilbab.
Phuiihhh…. setelah cari bahan kesana kemari akhirnya dapat juga. Kalau soal jait mah aku emang dah punya tukang jait, orang2 sekitar rumah. Kebetulan Aku juga terima orderan u/ buat baju, entah baju seragam, kaos or apa aja deh. Pokoknya apa yg customer mau itu lah yg aku penuhin. Kata atasan dulu waktu aku masih kerja “Din, kamu kalau buat perusahaan namanya PT. LUMIGADA aja ya, kepanjangan dari “Lu Minta Gua Ada” he….he…..”
Aku dah beli nama domain tapi karena website-nya masih dalam pengerjaan, jadi u/ sementara masih di multiply di http://aurajilbab.multiply.com.
Duh… do’ain bisnisanku berjalan dengan baik ya. Sekarang lagi coba2 u/ berjualan offline juga nanti kalau dah ada tempatnya aku infoin deh, siapa tau teman2 pada mau datang langsung u/ membeli. or kalau pada mau ikutan jadi reseller boleh banget, apa lagi yg dari luar daerah welcome banget deh. Aurjilbab memberikan discount sampai dengan 40% loh. he…he…. promosi neh.

Dear All,
Aku lagi masarin perumahan Bintaro View Residence di Pd. Ranji Bintaro (Deket sama Bintaro Plasa,RS. Int. Bintaro,Tol Pd. Ranji harga mulai Rp. 195 jutaan,- type mulai dari 41/71,5
Bisa Tanpa DP Alias 0% 
Cicilan mulai dari 1,4jt/Bln, lagi ada subsidi bunga jadi cuma 7,5% tahun pertama
Model Cluster, keamanan 24jam, tembok Bata Merah, pondasi batu kali, Type Minimalis, bebas banjir, tanah darat, Jet Pump, listrik 1300watt.
Cuma ada 27 Unit (MMR)
Ayo buruan kapan lagi bisa punya rumah gak pake DP di daerah Bintaro pula.
Kalau butuh Informasi telp aku aja ya DINA – (021) 990-44463 or 0811-870411

Aku belum cerita ttg Gebyar Wisata Kuliner yg minggu kemarin aku ikuti.
Kebetulan bertepatan dengan ulangtahun TMII, teman2 di Jalansutra didaulat u/ mengadakan Gebyar wisata Kuliner. Warung Soto tanteku dan bandeng pucung bang niran bersinergi u/ ikut meramaikan Gebyar wisata kuliner selama 2 hari tersebut.
Secara keseluruhan ternyata menurut temanku dan yg aku rasakan penjualan pada hari itu sangat mengecewakan, dibanding Wisata kuliner sebelumnya yg sangat-sangat penuh dan laris manis.
Menurutku tidak suksesnya penjualan di acara tersebut karena:
1. Diadakan di tempat rekreasi, biasanya orang2 yg datang k tempat rekreasi selalu membawa bekal yg buanyak
2. Tujuan mereka datang bukan k Wisata Kuliner tetapi u/ rekreasi di TMII
3. Tempat acara yg cukup jauh dari pintu utama, tempatnya di depan istana anak2, dan kalau orang yg gak bawa kendaraan harus jalan kaki dr gerbang utama, gempor banget.
4. Informasi yg kurang. Beberapa customerku cerita harus bertanya kesana kemari u/ tau acara wisata kuliner letaknya dimana.
Tapi walau penjualan gak bagus (tapi stand-ku masih sedikit lebih bagus dari stand yg lain, masih cukup banyak yg makan & minum) aku gak kapok ikutan acara serupa. Aku jadi tau harus berapa porsi yg aku sediakan & ngadepin customer yg beragam.
Kebetulan di tempat tinggalku yg laris manis itu adalah Bandeng Pucung, gak pernah ada Gabus Pucung. Tapi ada beberapa customer yg keukeh surekeh maunya gabus pucung. dan membandingkan dengan warung2 gabus pucung di daerahnya.
akhirnya aku cuma bisa menjawab “Kalau bapak/ibu mau Gabus Pucung silahkan makan disana aja pak/bu, tapi kalau mau bandeng pucung silahkan datang k tempat saya”
Kok bisa ya orang maksa2 gitu ya, kalau berkenan ya beli aja, kalau gak berkenan gak usah protes dong:)